Tingkat X Tingkat XI Tingkat XII
Tip dan Trik Software Tutorial KKPI
Jawa Pos Kompas Surya Wanita Opini Tausyiah
Khas Nganjuk Kuliner Nusantara Wisata Nusantara
SMKN 1 Nganjuk SMK PGRI 1 Kediri SMK PGRI 1 Nganjuk SMK Muh. 1 Nganjuk SMAN 1 Nganjuk SMAN 2 Nganjuk SMAN 1 Kediri
Saturday, June 5, 2010 | 5:06 AM | 0 Comments

Antara Sabar Dan Mengeluh

Pada zaman dahulu ada seorang yang bernama Abdul Hassan yang pergi haji di Baitul Haram. Diwaktu tawaf tiba-tiba ia melihat seorang wanita yang bersinar dan berseri wajahnya. "Demi Allah, belum pernah aku melihat wajah secantik dan secerah wanita itu, tidak lain karena itu pasti kerana tidak pernahrisauy danbersedih hati," Tiba-tiba wanita itu mendengar ucapan Abdul Hassan lalu ia bertanya, "Apakah katamu hai saudaraku?
Demi Allah aku tetap terbelenggu oleh perasaan dukacita dan luka hati kerana risau, dan seorang pun yang menyekutuinya aku dalam hal ini,"
Abu Hassan bertanya,"Bagaimana hal yang merisaukanmu?"
Wanita itu menjawab, "Pada suatu hari ketika suamiku sedang menyembelih kambing korban, dan aku mempunyai dua orang anak yang sudah boleh bermain dan yang satu masih menyusu, dan ketika aku bangun untuk membuat makanan, tiba-tiba anakku yang agak besar berkata pada adiknya, "Hai adikku, sukakah aku tunjukkan padamu bagimana ayah menyembelih kambing?"
Jawab adiknya, "Baiklah kalu begitu?" Lalu disuruhnya adiknya berbaring dan disembelihkannya leher adiknya itu.
Kemudian dia merasa ketakutan setelah melihat darah memancur keluar dan lari ke bukit yang mana disana ia dimakan oleh serigala, lalu ayahnya pergi mencari anaknya itu sehingga mati kehausan dan ketika aku letakkan bayiku untuk keluar mencari suamiku, tiba-tiba bayiku merangkak menuju ke periuk yang berisi air panas, ditariknya periuk tersebut dan tumpahlah air panas terkena ke badannya habis melepuh kulit badannya. Berita ini terdengar kepada anakku yang telah berkawin dan tinggal di daerah lain, maka ia jatuh pingsan hingga sampai menuju ajalnya. dan kini aku tinggal sebatang kara diantara mereka semua."
Lalu AbuHassan bertanya,"Bagaimanakah kesabaranmu menghadapi semua musibah yang sangat hebat itu?" Wanita itu menjawab, "Tiada seorangpun yang dapat membedakan antara sabar dengan mengeluh melainkan ia menemukan diantara keduanya ada jalan yang berbeda. Adapun sabar dengan memberbaiki yang lahir, maka hal itu baik danterpuji akibatnya, dan adapun mengeluh, maka orangnya tidak mendapat ganti yakni sia-sia berlaka." Demikianlah cerita diatas, suatu cerita yangdapat dijadikan tauladan dimana kesabaran sangat digalakkan oleh agama dan harus dimiliki oleh setiap orang yangmengaku beriman kepada Allah dalam setiap terkena musibahdan cobaan dari Allah.
Karena itu Rasulullah SAW bersabda dalam firman Allah dalam sebuah Hadist Qudsi, :
"Tidak ada balasan bagi hamba-KuyangMukmin, jika Aku ambil kekasihnya dari ahli dunia kemudian ia sabar, melainkan surga baginya"
Begitu juga mengeluh. Perbuatan ini sangat diutuk oleh agama dan hukumnya haram. Karena itu Rasulullah SAW bersabda :
"Tiga macam daripada tanda kekafiran terhadap Allah, merobek baju, mengeluh dan menghina nasab orang," dan sabdanya punya, "Mengeluh itu termasuk kebiasaan Jahiliyyah, dan orang yang mengeluh, jika ia mati sebelum taubat, maka Allah akan memotingnya bagi pakaian dari wap api neraka," (Riwauyat oleh Imam Majab)
Semoga kita dijadikan sebagai hamba Tuhan yang sabar dalam menghadapi segala musibah. Amin.

0 comments:

Post a Comment

 
Copyright Blog Pribadi-Ku © 2010 - All right reserved - Using Blueceria Blogspot Theme
Best viewed with Mozilla, IE, Google Chrome and Opera.