Tingkat X Tingkat XI Tingkat XII
Tip dan Trik Software Tutorial KKPI
Jawa Pos Kompas Surya Wanita Opini Tausyiah
Khas Nganjuk Kuliner Nusantara Wisata Nusantara
SMKN 1 Nganjuk SMK PGRI 1 Kediri SMK PGRI 1 Nganjuk SMK Muh. 1 Nganjuk SMAN 1 Nganjuk SMAN 2 Nganjuk SMAN 1 Kediri
Showing posts with label kompas. Show all posts
Showing posts with label kompas. Show all posts
Tuesday, June 15, 2010 | 6:05 PM | 0 Comments

Ariel-Luna Kantongi Orang yang Dicurigai


Rabu, 16 Juni 2010 | 00:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kasus beredarnya video mesum yang diduga dilakoni oleh artis Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari mencengangkan banyak pihak. Hingga kini, penyebar video porno tersebut belum dapat ditangkap.

Padahal, sebelumnya polisi telah mengungkapkan, video tersebut pertama kali diunggah (upload) di Bandung, Jawa Barat, dan Kendari, Sulawesi Tenggara.

Pihak Ariel dan Luna Maya sendiri mengaku mencurigai beberapa pelaku penyebar video.

"Ada beberapa kecurigaan, ada yang ingin hal ini terjadi, ada beberapa orang yang kami curigai," kata kuasa hukum Ariel dan Luna Maya, Afrian Bondjol, salah satu pengacara dari OC Kaligis Associate, Jakarta, Selasa (15/6/2010).

Namun, Afrian enggan mengungkapkan pihak yang dicurigai sebagai pelaku penyebar video tersebut. Menurutnya, hal tersebut tidak perlu diungkapkan di media.

Lebih jauh Afrian menyayangkan pemberitaan media yang cenderung memojokkan kliennya. Padahal, menurutnya, kliennya itu hanya sebagai korban atas beredarnya video porno ini.

"Klien kami jadi korban di sini. Di UU ITE kan jelas yang dikejar itu si penyebar, yang menggandakan, yang memperjualbelikan, tapi sekarang beritanya kok klien kami yang jadi pesakitan gitu," tegasnya.

Jika merasa menjadi korban, mengapa Ariel tidak lapor polisi? "Ya nantilah, ini kan lagi proses siapa sih pelaku sebenarnya, siapa yang menyebarkan gambar-gambar itu," jawabnya. (ANI)
Read more

Polri "Kuras" Harta Gayus Rp 85 Miliar


Rabu, 16 Juni 2010 | 00:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Harta kekayaan tersangka penggelapan pajak Gayus HP Tambunan senilai Rp 85 miliar habis. Penyidik Direktorat III Tindak Pidana Korupsi dan WCC Bareskrim Polri "mengurasnya" untuk barang bukti dugaan korupsi dan mafia pajak Gayus.

Kepala Divisi Hububungan Masyarakat Mabes Polri, Irjen Pol Edward Aritonang, memastikan, penyidik berhasil menyita kekayaan Gayus senilai Rp 74 miliar. Uang tersebut diletakkan di safety box Bank Mandiri dan hanya Gayus yang dapat membukanya.

"Terdiri dari mata uang asing dan logam mulia," ujar Edward di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (15/6/2010). Selain menyita Rp 74 miliar itu, penyidik juga menyita harta kekayaan Gayus senilai Rp 11 miliar, bagian dari Rp 25 miliar harta Gayus yang disimpan di 24 rekening yang ada di tiga bank.

Uang Rp 25 miliar itu sempat mengalir ke berbagai pihak setelah Direktur II Ekonomi Khusus Bareskrim kala itu, Brigjen Pol Raja Erizman, mengeluarkan surat penerbitan pembukaan blokir rekening yang menyimpan dana Rp 25 miliar itu.

Sebenarnya, penyidik menemukan uang Gayus kala blokir itu dibuka mencapai Rp 23.325.700.000 dan US $ 502.971.

"Itu terdiri dari beberapa lebar saham yang dibeli kemudian ada disimpan dalam bentuk tabungan, mata uang, valuta asing. Kemudian ada yang di depositokan. Kemudian ada yang di rekening bank dan ada yang juga dalam bentuk dia beli saham," jelas Edward merinci Rp 11 miliar yang telah berhasil disita penyidik. (Vanroy Pakpahan)
Read more
Sunday, June 6, 2010 | 9:37 AM | 0 Comments

Partai Tambahan Chris John Diisi Kelas Ringan

SEMARANG, Kompas.com - Partai tambahan saat pemegang gelar Super Champions kelas bulu WBA, Chris John, bertarung melawan penantangnya, Fernando David Saucedo, bakal diisi petinju yang bertarung di kelas ringan.

Promotor tinju, Zaenal Thayeb ketika dihubungi dari Semarang, Minggu, mengatakan setiap petinju di kelas ringan ini saling bertarung dan berhadapan satu dengan yang lain untuk mencari juara.

"Setiap petinju hanya bertarung selama tiga ronde, kemudian kalau menang dan menjadi juara hanya bertarung selama sembilan ronde. Jadi, partai tambahan mendatang bukan berdasarkan peringkat nasional dipertemukan dengan petinju dalam negeri atau luar negeri, tetapi mirip seperti kompetisi," katanya kepada Antara.

Zaenal Thayeb yang juga pemilik Sasana Mirah Boxing Camp tersebut, mengatakan kalau pertarungan digelar di Bali--rencana semula--partai tambahan ada lima dan mempertemukan petinju nasional dari berbagai kelas dengan petinju dalam negeri atau luar negeri (Thailand).

Namun, lanjut dia, mengingat pertarungan Chris John melawan El Vasco (panggilan Fernando David Saucedo) akhirnya dipindah ke Jakarta, maka partai tambahan diubah menjadi seperti kompetisi untuk petinju kelas ringan (61 kilogram).

Menurut dia, pertarungan antara Chris John melawan Fernando bakal dimainkan di Jakarta, 26 Juli 2010. "Saya sudah mendapat informasi dari Toni Priatna (Asisten Manajer Herry’s Gym, red.)," katanya.

Saat ini, kata dia, Chris John sedang berlatih di Sasana Herry’s Gym di Perth, Australia, di bawah asuhan pelatih sekaligus manajernya, Craig Christian.

Seperti diwartakan, pertarungan kedua petinju tersebut semula digelar di Bali, 22 Mei 2010, tetapi akhirnya mundur karena Chris John mengalami cedera bahu kiri saat berlatih.

Kemudian, tempat pertarungan juga dipindahkan dari Bali ke Jakarta dengan panita penyelenggara (EO) yang berbeda dengan pertarungan di Bali. "Meskipun pertarungan dipindahkan ke Jakarta, saya tetap promotor pertarungan kedua petinju tersebut," katanya menegaskan.

kompas.com
Read more
 
Copyright Blog Pribadi-Ku © 2010 - All right reserved - Using Blueceria Blogspot Theme
Best viewed with Mozilla, IE, Google Chrome and Opera.